RAHASIA BESAR BESI, SAINS, & Al-QURAN (Bagian 1; Prolog)

BESI

( Bagian 1 dari 2 bagian )

-mari kita pelajari sejenak salah satu terapan ilmu sains dalam Islam-

Berapa kali lipatkah iman Anda naik ketika mendengar kata “besi”?

Memang aneh tampaknya, dalam pelajaran teologi (keagamaan/ketuhanan), nama salah satu elemen kimia dalam tabel periodik, yaitu besi (Fe = ferrum, basa Jawa: ‘wesi’, basa Inggris:iron) bisa menjadi salah satu judul surat dalam kitab suci Al-Quran. Lalu, mengapa besi dijadikan salah satu nama surat dalam Al-Quran? Bukankah emas, misalnya, lebih berharga?

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami CIPTAKAN/TURUNKAN BESI yang padanya terdapat KEKUATAN YANG HEBAT dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa.” (Al-Hadiid 57: 25).

BESI 2

Banyak penafsir menafsirkan ‘wa anzalnal-hadiida’ dengan “Kami ciptakan besi”, (Terjemah Al-Quran, Al-Quran Digital [e-book], sekaligus Al-Quran yang beredar di Indonesia, termasuk yang penulis miliki pun diartikan begitu). Sekarang cobalah buka Al-Quran Anda? PADAHAL secara intrinksik seharusnya. “Kami turunkan besi”, sebagaimana terjemahan “Kami turun¬kan bersama mereka Al-Kitab dan mizan (keadilan, keseimbangan, keselarasan, kesepadanan)”. Mengapa demikian? Karena dalam bayangan mufasir klasik, bagaimana caranya besi diturunkan dari langit? Apakah dijatuhkan begitu saja?

PERTAMA, sains memberikan informasi kepada kita bahwa besi termasuk logam berat yang tidak dapat dihasilkan oleh bumi sendiri. Profesor Armstrong dari NASA atau Mohamed Asadi berpandangan bahwa “memang besi diturunkan dari langit”. Besi diturunkan secara intrinsik dari langit melalui meteorit pada “awal terbentuknya bumi”.

Energi sistem tata surya kita tidak cukup untuk memproduksi elemen besi. Suhu inti matahari sekitar 15 juta derajat Celcius dengan suhu permukaan sekitar 6 juta derajat Celcius. Proses fusi nuklir pada inti Matahari pun TIDAK pernah menghasilkan unsur berat TERMASUK BESI, tapi hanya menghasilkan Helium dan beberapa unsur ringan lain yang urutannya berada setelah He.

Lantas, dari mana asal besi yang di bumi jumlahnya mencapai 1/3 massa bumi??? Persebaran besi pada TUJUH lapis bumi adalah pada lapisan inti dalam ada 90% besi, pada lapisan berikutnya juga 90% besi dalam bentuk cair. Pada lapisan-lapisan berikutnya semakin menipis dan lapisan terluar (kerak bumi) hanya mengandung 5,6% besi.

Perkiraan paling baik, energi yang dibutuhkan adalah empat kali energi sistem matahari kita, jadi besi hanya dapat dihasilkan oleh suatu bintang yang jauh lebih besar daripada matahari, dengan suhu ratusan juta derajat Celsius. Kemudian “meledak dahsyat” sebagai “nova atau supernova”, dan hasilnya menyebar di angkasa sebagai meteorit yang mengandung besi, melayang di angkasa sampai tertarik oleh gravitasi bumi, di awal terbentuknya bumi miliaran tahun yang lalu.

KEDUA, dalam surat tersebut, besi akan “memberikan kekuatan yang hebat”. SELAIN sebagai alat dan senjata yang hebat, juga bahwa sabuk radiasi bumi yang membentuk energi tinggi, terdiri dari besi dan nikel, mengelilingi ribuan kilometer di alas bumi, diberi nama Sabuk Van Allen. Sabuk ini melindungi bumi dan isinya dari ledakan dahsyat energi matahari yang terjadi setiap 11 tahun sekali yang disebut solar flares. Ledakan dahsyat ini bila tidak ditahan di angkasa dapat meluluh-lantakkan semua kehidupan di bumi, dengan kekuatan setara 100 juta bom atom Hiroshima. Perlindungan juga didapatkan dari serangan badai kosmis yang membahayakan umat manusia. Bagaimana sabuk perisai ini terbentuk? Sabuk ini terbentuk dari inti bumi yang besar, yaitu terdiri dari besi dan nikel. Keduanya membentuk medan magnet yang besar, yang tidak dimiliki oleh planet lain, kecuali planet Merkurius, dengan radiasi yang lebih lemah. Inti besi dan nikel “melindungi makhluk bumi” berupa perisai elektromagnetik dengan “kekuatan yang hebat”.

KETIGA, tinjauan lain ‘kekuatan yang hebat’: Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda,“Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.

Kemudian mereka bertanya, ‘Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?’.

Allah menjawab, ‘ Ada , yaitu besi’….”

KEEMPAT, seandainya tidak ada besi, bumi tidak akan memiliki medan magnet untuk menahan gas dan air. Jika tidak diturunkan dari langit, niscaya tidak ada kehidupan di bumi. Sebab, besi berperan penting dalam pembentukan Haemoglobin pada darah manusia dan hewan, pun dalam pembentukan klorofil pada tumbuhan. Tanpa Hb ataupun klorofil, semuanya akan mati.

Dan yang paling menggetarkan hati adalah, ilmu-ilmu kimia modern telah dicakup secara tidak langsung dalam surat ini. Dari nomor atom besi, sampai pada jumlah proton/elektron isotop besi (Fe-57) pun telah dituang dalam Al-Quran. Subhaanallaah! Semuanya akan dibahas secara mendalam dan luar biasa dalam bagian 2 lanjutan tulisan ini.

Sumber : http://muhammadsyukronfauzi.blogspot.com/2012/09/rahasia-besar-besi-sains-al-quran.html
Wassalamu’alaikum wr wb,
Semoga bermanfaat

4 thoughts on “RAHASIA BESAR BESI, SAINS, & Al-QURAN (Bagian 1; Prolog)

  1. Energi sistem tata surya kita tidak cukup untuk memproduksi elemen besi. Suhu inti matahari sekitar 15 juta derajat Celcius dengan suhu permukaan sekitar 6 juta derajat Celcius. Proses fusi nuklir pada inti Matahari pun TIDAK pernah menghasilkan unsur berat TERMASUK BESI, tapi hanya menghasilkan Helium dan beberapa unsur ringan lain yang urutannya berada setelah He. (Tulisan di atas)
    ———————————————————–

    Semua akhli sepakat bahwa panas di bagian Inti Matahari
    mencapai 15 Juta Derajat Celcius.
    Dalam sebuah diskusi rutin saya bertanya kepada Ki Mandalajati Niskala:
    “Ki, berapa panas di bagian Inti Matahari”?
    Mandalajati Niskala menjawab: “SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN”.
    Saya jadi penasaran khawatir Ki Mandalajati Niskala salah
    mendengar pertanyaan sehingga salah memberikan jawaban.
    Saya mengulang pertanyaan:
    “KI, BERAPA PANAS DI BAGIAN INTI MATAHARIIIIIIII”?
    Beliau serentak menjawab:
    “PANAS DI BAGIAN INTI MATAHARIIIIIIII
    ADALAAAAH SEDINGIIIIIN AIIIIR PEGUNUNGAAAAAAN”.
    Beliau menambahkan:
    “KALAU TIDAK PERCAYAAAAA SILAKAN BUKTIKAN SENDIRIIIII”.
    Saya kaget: “WOOOOOOOOOW MANDALAJATI NISKALA GILAAAAAAA……!”
    Beliau mengatakan bahwa kulit Matahari memang sangat panas,
    tapi suhu Inti Matahari TETAP SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN.
    Mandalajati Niskala sangat logis menjelaskan kepada banyak
    pihak bahwa MATAHARI ADALAH GUMPALAN BOLA AIR RAKSASA
    YANG BERADA PADA RUANG HAMPA BERTEKANAN MINUS,
    SEHINGGA DI BAGIAN SELURUH SISI BOLA AIR RAKSASA TERSEBUT
    IKATAN H2O PUTUS MENJADI GAS HIDROGEN DAN GAS OKSIGEN,
    YANG SERTA MERTA AKAN TERBAKAR DISAAT TERJADI
    PEMUTUSAN IKATAN TERSEBUT.
    Suhu kulit Matahari menjadi sangat panas karena Oksigen
    dan Hidrogen terbakar, tapi suhu Inti Matahari
    TETAP SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN.
    Mandalajati Niskala menegaskan:
    “CATAT YA SEMUA BINTANG TERBUAT DARI AIR DAN SUHU PANAS
    INTI BINTANG SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN. TITIK”.
    Begitu kata Mandalajati Niskala.
    Memang mandalajati Niskala ORANG GILA KALIIIIII…..!!!
    TEORI YANG SUDAH MAPAN AMBRUK DIANTITESIS.

    Filsuf Sunda Mandalajati Niskala dalam banyak dialog
    sering mengungkap rahasia ke~Jagatraya~an.
    Beliau banyak melontarkan hipotesa,
    bahkan sering menyatakan antitesis yang sangat fenomenal
    terhadap kemapanan ilmu pengetahuan.
    Belakangan ini Mandalajati Niskala ‘berantitesis’:
    “GAYA GRAVITASI BUKAN DITIMBULKAN OLEH ADANYA
    MASSA PADA SEBUAH ZAT ATAU BENDA”.
    Berbicara soal Gravitasi, banyak Para Akhli bertanya:
    “Bagaimana Jika Gaya Gravitasi Bumi Menghilang”?
    Menurut Mandalajati Niskala:
    “Pasti semua orang DENGAN MUDAH SEKALI dapat membayangkan sebuah
    keadaan yang akan terjadi jika Bumi kehilangan Gaya Gravitasi”.

    Kata Mandalajati Niskala jika ada pertanyaan seperti itu,
    SEBENARNYA PERTANYAAN KURANG MENARIK.
    Mungkin tiga pertanyaan dari Mandalajati Niskala di bawah ini
    cukup menantang bagi orang-orang yang mau berpikir:
    1) BAGAIMANA TERJADINYA GAYA GRAVITASI DI PLANET BUMI?
    2) BAGAIMANA MENGHILANGKAN GAYA GRAVITASI DI PLANET BUMI?
    3) BAGAIMANA MEMBUAT GAYA GRAVITASI DI PLANET LAIN YG TIDAK MEMILIKI GAYA GRAVITASI?
    Pernyataan yang paling menarik dari Mandalajati Niskala sbb:
    1) Matahari tidak memiliki Gravitasi tapi memiliki ANTI GRAVITASI.
    2) Suhu di Inti Matahari SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN,
    padahal kata Para Akhli di seluruh Dunia suhu Inti Matahari
    LIMA BELAS JUTA DERAJAT CELCIUS.
    3) Jumlah bintang di alam semesta adalah 1.000.000.000.000.000.000.000.000.000
    4) Jumlah galaksi di alam semesta adalah 80.000.000.000.000
    5) Jumlah bintang di setiap galaksi sekitar 13.000.000.000.000

    Saya mendapat penjelasan dari Mandalajati Niskala,
    namun tentu tidak akan saya jelaskan kembali disini.
    Yang pasti Filsuf Sunda Mandalajati Niskala
    memiliki semua jawaban tersebut secara tuntas.

    Memang pernyataan Mandalajati Niskala membuat para akhli geleng kepala.
    Mandalajati Niskala pantas juga menyandang gelar
    Sang Pembaharu Dunia di Abad 21

    Selamat berfikir
    @Sandi Kaladia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s