Imunisasi salah satu program siasat jahat Yahudi

Assalamu’alaikum wr wb,
Imunisasi Siasat Yahudi
Lumpuhkan Generasi Muslim
ﺑِﺴْـﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِـﻴْﻢِ
Segala puji bagi Allah Ta’ala yang
telah melimpahkan rahmat Nya
kepada kita sekalian untuk tetap
melangkah di jalan Islam. Sholawat
serta salam semoga selalu tercurah
kepada Rosulullah Muhammad SAW,
manusia pilihan sebagai pembawa
risalah kebenaran.
Uraian yang akan saya ungkap dalam
tulisan ini adalah tentang sinopsis
sebuah majalah “Tabloid Bekam” yang
terbit pada edisi 4 tahun pertama
(2010). Pada edisi tersebut di bahas
mengenai masalah imunisasi yang
saat ini semakin genjar di galakkan
oleh pemerintah sebagai salah satu
program kesehatan di Indonesia.
Sebelum saya melanjutkan tulisan ini,
marilah kita awali lisan ini untuk
mengucapkan kalimat “ ﺃﻋﻮﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ
ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺍﻟﺮﺟﻴﻢ . ﺑﺴـﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ
ﺍﻟﺮﺣـﻴﻢ ”. Harapannya agar hati ini
terhindar dari keragu-raguan untuk
melangkah setelah mambaca ulasan
dari sinopsis yang akan saya tulis.
Karena keragu-raguan dalam hati
adalah bersumber dari syaitan.
***

Dalam edisi ini “Tabloid Bekam ”
menampilkan bahasan utama dengan
judul “Imunisasi Siasat Yahudi
Lumpuhkan Generasi?”
Bila bibit penyakit penderita TBC,
Hepatitis, Meningitis, HIV, Campak,
Volio atau penyakit lainnya yang
menyerang di tubuh seseorang di
ambil, baik berupa bakteri, virus,
lantas diolah sedemikian rupa entahh
dengan istilah dilemahkan atau
dilumpuhkan, kwmudian binit
penyakit tersebut diperbanyak lalu
disuntikkan ke tubuh anda atau anak
anda!
Apakah dengan senang hati anda
menerimanya? Aksi memasukkan bibit
penyakit inilah yang akrab disebut
vaksinasi atau imunisasi.
Mungkinkah tindakan ini bisa
meningkatkan daya tahan tubuh bayi,
anak-anak atau orang dewasa
sekalipun.
Sebuah tangis pecah saat sang bayi
mungil di tusuk dengan sebuah jarun
injeksi untuk dimasukkan sesuatu
dalam tubuhnya. Dia hanya menangis
tak bisa menolak bahkan lari dari
suntikkan tersebut. Dia begitu pasrah
dengan tindakkan orang tuanya yang
memilih jalan untuk mengimunisasi
buah hati mereka.
Apakah kita selalu diam saat tubuh
mungil yang selalu kita timang
dimasukkan beragam racun yang
kemudian akan merayap di seluruh
pembuluh darah dan bersarang di
organ-organ tubuh mereka? Orang
tua yang sehat dan arif tentu akan
menolak keras bahkan menentangnya
bila hal itu terjadi.
Adakah orang akan sehat setelah
dimasukkan beragam racun dalam
tubuhnya, bahkan racun-racun
tersebut ternyata adalah virus dan
bakteripenyakit berbahaya? Atau
racun itu dapat berupa khamr
(minuman memabukkan), nuklir, bom
atom, sabun cuci, pembersih lantai,
baterei, pewarna (cat) dan bahan
berbahaya lainnya? Bahkan racun-
racun tersebut bersala dari bangkai
babi, bangkai darah dan nanah?! Mari
kita renungkan..
Sejarah Vaksin
Menelaah sejarah vaksin membuat
hati menjadi geram, karena kita akan
tahu betapa keji perbuatan-perbuatan
mereka yaitu kalangan Yahudi untuk
menguasai dunia dengan cara
menyebarkan racun/ kuman
pembunuh untuk ras lain terutama
kaum muslim.
Pada abad 18 vaksin telah digunakan
untuk memusnahkan suku Indian
yang dilakukan oleh kaum zionis
dengan pimpinan Jendral Jeffrer
Amherst, dengan cara menyebar
kuman dan penyakit yang disisipkan
dalam selimut dan handuk yang
dibagikann ke suku tersebut.
Kemudian pada abad 19 serum
berbahay tersebut dijadikan amunisi
sebagai senjata biologis dalam
pperangan bahkan untuk pembunuhan
secara massal. Yang akibatnya dapat
menyerang dan menghancurkan otak
dan system syaraf pusat.
Dan di abad 20 ini, vaksin telah
dikelolah secara modern oleh Flexner
Brothers, dan didanai oleh Keluarga
Rockefeller dan dia adalah salah satu
keluarga Yahudi yang berpengaruh di
dunia. Dan merupakan bagian dari
Zionisme Internasional yang
memprakarsai pendirisn WHO dan
lembaga dunia lainnya.
Pendeknya dari data historis
vaksinasi dijadikan program zionisme
internasional dalam rangka
menggapai misi “ new world order”
(tatanan dunia baru) untuk
melestarikan kekuasaan Yahudi.
Program vaksin merupakan misi
pengendalian penduduk yang dengan
program ini mereka meraup dua
keuntungan sekaligus, yakni
penduduk terkendali dan menuai
keuntungan yang besar.
Artinya boleh jadi niat busuk Yahudi
senada dengan teori, bila ingin
senjata laku maka ciptakan perang.
Begitu juga dalam masalah ini,
mereka beranjak dari teori bila
‘obat’ (produk farmasi) ingin laku dan
membuat orang lain menderita,
ciptakan penyakit. Dengan strategi
pembodohan ini Yahudi berusaha
bangsa lain menderita sambil
menguras isi kantongnya dengan
alasan kesehatan.
Persoalan Vaksin (Cara Membuat
Vaksin)
Penggunaan barang haram dalam
pembuatan vaksin telah diakui oleh
produsen vaksin terbesar di tanah air
yaitu Biofarma. Seperti pernah
diungkapkan Drs.Iskasdar, Apt; M.M
ketika menjabat Direktur Perencanaan
dan Pengembangan PT Biofarma
kepada Hidayatullah.com beberapa
waktu silam. Dia menjelaskan bahwa
enzim tripsin babi masih digunakan
dalam pembuatan vaksin, khususnya
vaksin polio (IPV). SElain itu vaksin
juga menggunakn media biakan virus
yang berasal dari jaringan ginjal kera
(sel vero), sel dari ginjal anjing, dan
dari retina mata manusia.
Sementara menurut Kepala Diviai PT.
Biofarma, Drs. Dori Ugiyadi
mengatakan, ketiga sel kultur
tersebut dipakai untuk pengembangan
vaksin influenza. “di Biofarma, kita
menggunakan sel ginjal monyet untuk
produksi vaksin polio. Kemudian sel
embrio ayam untuk produksi vaksin
campak.” Ujar Dori seraya
menambahkan secara produksi vaksin
masih menggunakan berbagai macam
sel yang berasal dari hewan maupun
manusia.
Bahan Vaksin
Ummu Salamah mengurai bahan
utama vaksin adalah kuman virus atau
bakteri hidup atau mati, toksoid atau
DNA dengan tambahan bahan
tertentu, manjalankan berbagai fungsi
dan biakan pembuatan vaksin.
Bahan-bahan vaksin tersebut antara
lain:
Alumunium. Logam ini ditambahkan
kepada vaksin dalam bentuk gel atau
garam untuk mendorong produksi
anti bodi. Logam ini dikenal sebagai
kemungkinan penyebab kejang,
penyakit alizheimer, kerusakan otak
dan dementia (pikun). Menurut
Persatuan Pemerhati Vaksin Australia
bahan ini dapat meracuni darah,
syaraf pernafasan, mengganggu
sistem imun dan syaraf seumur hidup.
Alumunium digunakan pada vaksin
DPT(Difteri, Pertusis, Tetanus), Dapt
dan Hepatitis B.
Benzetonium Klorida, yaitu bahan
pengawet yang belum dievaluasi
untuk konsumsi menusia dan banyak
digunakan untuk vaksin anthrax.
Etilen Glikol merupakan bahan utama
anti beku yang digunakan pada
beberapa vaksin yaitu Dapt, polio,
hepatitis B sebagai bahan pengawet.
Formaldehida / Formalin. Bahan ini
menimbulkan kekhawatiran besar
karena dikenal sebagai karsinogen
(zat pencetus kenker). Bahan ini
dikenal untuk penggunaan
pembalseman, fungisida, insektisida
dalam pembuatan bahan peledak dan
kain. Bahan ini dapat ditemukan pada
beberapa vaksin.
Gelatin adalah bahan yang dikenal
sebagai allergen (bahan pemicu
alergi). Bahan ini ditemukan pada
vaksin cacar air dan MMR ( Measles/
campak, Mumps/ gondong, Rubella/
campak jerman).
Glutamat digunakan untuk
menstabilkan beberapa vaksin panas,
cahaya dan kondisi lingkungan
lainnya. Bahan ini dikenal
menyebabkan reaksi buruk dan
ditemukan pada vaksin varicela.
Noemicin. Antibiotik ini digunakan
untuk mencegah petumbuhan kuman
didalam biakan vaksin. Bahan ini
menyebabkan reaksi alergi pada
beberapa orang dan ditemukan pada
vaksin MMR dan Polio.
Fenol . Bahan yang berasal dari tar
batubara ini digunakan di dalam
produk bahan pewarna, desinfektan,
plastic, bahan pengawet dan
germisida. Bahan ini sangat beracun
dan membahayakan.
Streptomisin. Antibiotika ini dikenal
menimulkan reaksi alergi
danditemukan pada vaksin polio.
Timerosal . Bahan ini adalah pengawet
yang mengandung 50% etil merkuri
yang mempunyaii banyak sifat yang
sama dengan merkuri (air raksa) yang
sangat beracun.
Sementara Persatuan Pemerhati
Vaksin Australia juga adanya bahan
lain dalam vaksin antara lain :
Amonium Sulfat diduga dapat
meracuni sistem pencernaan, hati,
syaraf dan sistem pernafasan.
Ampotericin B , sejenis obat yang
digunakan untuk mencegah penyakit
jamur. Efek sampingnya menyebabkan
pembekuan darah, bentuk sel darah
merah menjaditidak sempurna,
masalah ginjal, kelesuan, demam dan
alergi pada kulit.
Kasein, perekat yang kuat, sering
digunakan untuk melekatkan label
pada botol. Walaupunn dihasilkan
dari susu, namun bahan ini dianggap
protein asing yang beracun.
Polysorbate 20 dan Polysorbate 80,
bahan yang meracuni kulit atau organ
genital.
Hentikan Vaksin
Alhamdulillah suah cukup banyak
tenaga medis dan bidan yang telah
menghentikan program pemberian
imunisasi baik secara terang-
terangan maupun tersembunyi. Bidan
Emma misalnya, dia telah
menghentikan program imunisasi di
kliniknya dengna alasan tidak mau
mendzolimi bayi dan masyarakat
dengan memasukkan ragam barang
haram ke tubuh mereka.
Jika kita telaah telah banyak jenis
vaksin yang harus diterima tubuh ini,
mulai dari bayi usia 0-1 minggu
diberikan vaksin hepatitis ketika 2
jam kelahiran, 1 minggu -3 bulan
diberikan vaksin BCG, DPT I – DPT V,
hepatitis I – III, Polio I – IV, usia
1tahun vaksin campak, usia 1-3
tahun diberi vaksin MMR (Measles/
campak, Mumps/ gondong, Rubella/
campak jerman), usia kelas VI SD
diberi vaksin DPT VI. Sedangkan bagi
dewasa diberlakukan vaksin anti
kanker servik, vaksin TT (Tetanus
Toxoid) untuk ibu hamil, vaksin
meningitis untuk calon jamaah haji,
vaksin rabies, vaksin pneumococcus,
smallpox, influenza, demam tifoid,
cacar air, hepatitis A dan lainnya.
Seperti yang di ungkapkan oleh dr.
Rini Syafri, M.Si memberikan
kesimpulan bahwa vaksinasi hanya
menjadi mimpi buruk bagi dunia
akibat berlakunya system sekuler.
Bahkan kesadaran masyarakat AS dan
negara Eropa seperti Perancis,
Kanada, Inggris, dan Belanda telah
membatalkan beberapa program
vaksinasi.
***
Astagfirullah apa yang telah kita
perbuat pada buah hati kita selama
ini. Bagi para orang tua yang telah
terlanjur membiarkan anak-anak
mereka mendapatkan imunisasi
sebelum terlambat mari kita hentikan
gerakan ini. Kalau bukan kita sebagai
orang tua siapa lagi yang akan
menjaga buah hati kita dari tangan-
tangan kotor kaum Yahudi. Dan
bahkan kita nanti akan dimintai
pertanggung jawaban oleh Allah
Ta,ala tentang keturunan kita. Jangan
sampai kita terperosok ke jalan yang
dapat menjerumuskan kita pada siksa
Nya. Mari kita segera bertobat atas
apayang telah kita perbuat pada buah
hati kita.
Fakta lain telah banyak yang
menyatakan bahwa anak-anak tanpa
imunisasi ternyata memiliki daya
tahan tubuh yang lebih baik dan
kecerdasan yang lebih baik pula.
Bukankah Allah Ta’ala telah berfirman
dalam Al-Quran Surat At-Tiin ayat 4 :
“Sesungguhnya Allah telah
menciptakan manusia dalam bentuk
yang sebaik-baiknya” . Manusia
merupakan makhluk unik yang
dilengkapi system kekebalan alami
yang berpotensi melawan semua
mikroba, virus, serta bakteri asing
dan berbahaya. Jika manusia
menjalani hidupnya sesuai petunjuk
syariat yang berupa perintah dab
larangan, insya Allah kesehatannya
terjaga dengan baik. Tuntunan Islam
dalamm masalah kesehatan jasmani
dan rohani sudah sangat jelas dan
tidak ada sedikitpun yang diragukan.
Islam telah merawat dan mendidik
umatnya untuk merawat dan
meningkatkan kesehatannya
(antibodi) dengan menkonsumsi
makanan dan minuman yang halal
dan thayyib, sekaligus melarang
makan dan minum barang yang
diharamkan, kotor dan najis.
Kutipan sinopsis ini saya tulis dan
saya sebarkan kepada semua rekan
agar kita tahu dan tidak ragu lagi
untukmenghentikan gerakan
imunisasi kepada buah hati kita. Dan
saya memohon kepada Allah Ta,ala
agar kita semua dibukakan hidayah
untuk selalu menerima jalan terbaik
dan menjauhi hal-hal yang mungkar.
Dan semoga rekan-rekan sekalin mau
menerima dan mengerti akan berita
ini. Mari saudaraku jangan ragu untuk
mengatakan “tidak” dengan
imunisasi. WALLAHU A’LAM

Dari berbagai sumber,

Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr wb

One thought on “Imunisasi salah satu program siasat jahat Yahudi

  1. Adakah jalan lain selain Imunisasi???? Adakah jalan menyelamatkan generasi penerus setelah nanti ada ledakan kasus KLB campak, polio, dll? Solusi menurut saya yang terpenting adalah imunisasi………………………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s